Rabu, 24 April 2019

Penyebab terjadinya Pendarahan setelah Berhubungan


Setelah selesai menikah, setiap pasangan ingin segera memiliki anak dan melakukan berbagai usaha dengan optimal. Hubungan intim dilakukan dengan posisi yang nyaman agar proses pembuahan bisa berjalan dengan baik. Ketika terjadinya berdarah setelah berhubungan inilah penyebabnya! 

1. Proses Terlalu Keras
Penyebabnya bisa karena proses yang terlalu keras dilakukan sehingga membuat vagina mengeluarkan darah. Gerakan yang terlalu keras ini akan membuat kurangnya cairan pelumas alami yang keluar bahkan berisiko merobek bagian vagina. Anda yang mengalami masalah ini akan merasakan sakit dan tidak nyaman. Jadi harus sangat hati-hati saat melakukannya. 

2. Gesekan
Pendarahan juga dapat terjadi karena adanya gesekan di bagian dalam yang tidak terkendali. Beberapa bagian menjadi terluka dan akhirnya mengeluarkan darah. Hanya saja pendarahan yang dialami tidak berlangsung lama dan tidak berisiko buruk pada kesehatan. Proses terjadinya sebenar dan akan mereda dengan mudahnya. 

3. Kondisi Vagina
Pendarahan yang dialami bisa disebabkan karena kondisi vagina yang kering. Biasanya ini dialami oleh wanita yang sudah memasuki tahap menopause. Usia menopause setiap orang akan berbeda-beda yang dimulai dari usia 45 tahun ke atas. Vagina yang kering dapat terjadi karena kurangnya cairan lubrikasi sehingga berisiko terjadinya pendarahan ketika berhubungan. 

Selain itu penyebabnya bisa karena mengalami atrofi vagina, adanya penipisan, pengeringan, dan masalah peradangan dinding vagina. Kondisi ini berhubungan dengan kekurangan hormon estrogen. Tidak hanya dialami pada wanita menopause tetapi dialami juga oleh ibu menyusui.

4. Peradangan 
Pendarahan juga dapat terjadi karena adanya peradangan yang dialami pada vagina. Bisanya peradangan di bagian ini disebabkan karena infeksi bakteri yang masuk ke dalam vagina. Masalah ini dapat diketahui dengan mudah karena sudah membuat Anda merasakan sakit sebelum berhubungan. 

5. Ektropion Serviks
Penyebab berikutnya dikarenakan mengalami ektropion serviks yaitu sebuah kondisi yang terjadi pada bagian permukaan leher rahim. Masalah ini biasanya terjadi pada wanita muda, wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi, dan bisa juga pada wanita hamil. 

Kondisi ini memang tidak berbahaya karena bisa menghilang dengan sendirinya. Hanya saja beberapa keadaan membuat Anda membutuhkan perawatan. Namun tidak perlu khawatir karena penanganannya tidaklah berisiko buruk pada kesehatan. Masalah ini tidak ada hubungannya dengan kanker. 

6. Cedera Lapisan Rahim
Ada beberapa kondisi ketika Anda melakukan hubungan dengan suami akan membuat terjadinya pendarahan. Penyebab dari masalah ini adalah karena mengalami cedera pada bagian lapisan rahim. Cedera ini memerlukan penanganan lanjutan dari dokter yang ahli. 

Anda bisa mengatasi masalah ini dengan mudah ketika sudah mengetahui penyebabnya. Lakukan penanganan terbaik agar tidak berdampak panjang bagi kesehatan. Kondisi tubuh yang aman akan didapatkan jika Anda memperhatikan kondisi kesehatan dengan baik. Konsumsi makanan yang sehat dan lakukan olahraga adalah cara paling dasar untuk tubuh yang sehat.  

0 komentar:

Posting Komentar