Minggu, 29 April 2018

Seramah apapun, 6 zodiak ini tetap bikin orang terintimidasi


Karakter orang berbeda-beda. Ada yang galak, judes, ramah, bersahabat, dan sebagainya.

Ternyata, karakter itu bisa dipengaruhi dari zodiak. Tidak peduli bagaimana mereka mencoba untuk bersikap ramah, beberapa zodiak ini tetap akan membuat orang lain merasa terintimidasi. Mereka pun dianggap sebagai penyendiri, dingin, dan tidak bisa didekati.

Dilansir dari Yourtango.com, beberapa zodiak di bawah ini menggunakan intimidasi untuk mendapatkan keinginan mereka.

1. Scorpio

Scorpio mengintimidasi karena zodiak ini sangat intens dan rahasia. Anda tidak akan pernah tahu bagaimana Scorpio akan bereaksi dan seringkali reaksinya tidak sesuai dengan dorongannya.

2. Taurus

Taurus bisa sangat mengintimidasi, terutama ketika mereka benar-benar berpikir tentang sesuatu. Zodiak ini bukan tipe yang akan membiarkan sesuatu pergi begitu saja.

3. Leo

Leo sangat mengintimidasi ketika mereka menginginkan sesuatu. Zodiak ini sangat bersemangat tentang apa yang mereka yakini dan tidak akan tergoyahkan.

4. Virgo

Virgo adalah zodiak yang tahu segalanya dan pengetahuan bisa mengintimidasi. Mereka tidak bisa menahannya, namun terkadang juga membuat orang lain merasa bodoh.

Tidak ada orang yang suka merasa bodoh. Selain itu, Virgo juga sangat kritis terhadap orang lain, sikapnya bisa membuat orang-orang kehilangan semangat.

5. Aquarius

Sikap dingin dan peka yang dimiliki oleh Aquarius juga bisa sangat mengintimidasi. Zodiak ini sangat cerdas dan tidak memiliki banyak kesabaran.

6. Aries

Sebagian besar waktu, Aries tidak terlalu mengintimidasi dan ini adalah jebakan. Aries sangat mengintimidasi ketika berbicara tentang pikiran-pikiran mereka sendiri.

Rahasia investasi properti versi bos Crown Grup


Pendiri Pengembang properti terkemuka Australia, Crown Group Iwan Sunito membeberkan rahasia dan kunci utama dalam berinvestasi properti. Salah satu terpenting dalam investasi properti adalah lokasi.

"Untuk mulai berinvestasi properti, hal pertama yang diperhatikan adalah lokasi, lokasi, lokasi. Sebab, selain reputasi pengembang dan desain bangunan, lokasi menjadi hal yang sangat menentukan dalam tinggi rendahnya keuntungan di masa mendatang," ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (17/4).

Dalam pandangannya, daerah yang akan dan sedang berkembang lebih menguntungkan karena harga beli atau investasi awal akan lebih rendah dibandingkan daerah yang sudah jadi atau etablished. Untuk itu, kawasan pinggiran akan lebih menguntungkan dibanding kawasan Central Business Distrik (CBD).

Selain itu, investasi properti juga perlu melihat lokasi tersebut dekat dengan apa, bagaimana demografinya, kondisi pasarnya, fasilitas umum yang tersedia apa, pertumbuhan harga, dan daya sewa di wilayah tersebut.

Adapun Iwan mencontohkan, proyek properti yang sedang digarap oleh perusahaannya yaitu di kawasan Eastlakes. Di mana lokasi itu terletak di kawasan suburb timur, atau sekitar enam kilometer dari CBD Sydney, dengan bandara domestik dan pantai Coogee.

"Meskipun terletak di daerah suburb, Eastlakes juga dekat dengan daerah-daerah popular di Sydney. Hanya tiga menit menuju Alexandria, enam menit ke Surry Hills, delapan menit ke Redfern, pusat kota sekitar 10-11 menit, pantai Coogee 10 menit, pantai Maroubra 12 menit, La Paraouse 17 menit, Bandar udara domestik enam menit dan Bandar udara internasional 11 menit," jelasnya.

Selain itu, demografis Eastlakes juga sangat menarik karena 46 persen total populasi adalah usia produktif. Hal tersebut menjadi perhatian dalam peningkatan biaya sewa di Eastlakes lima tahun terakhir yang mencapai 21 persen atau rata-rata 4 persen per tahun.

Untuk itu, agar mendapat keuntungan yang maksimal maka para calon investor harus bisa mencari informasi terlebih dahulu sebanyak-banyaknya perihal area yang ingin dijadikan investasi sebelum mereka menjatuhkan pilihan.

"Semakin banyak informasi yang didapat, semakin akurat pula kalkulasi untuk keputusan yang akan diambil, dan kapan waktu investasi yang tepat, jawabnya adalah sekarang," pungkasnya.

Ini cara penghuni tingkatkan pengawasan dan keamanan di apartemen


Pengelola dan penghuni Apartemen Kalibata City meningkatkan pengawasan menyusul terungkapnya praktik prostitusi di sana. Salah satu caranya yaitu dengan menambah Tenant Safety Officer (TSO). Saat ini, di setiap tower apartemen Kalibata City terdapat dua TSO.

"TSO ini adalah penghuni apartemen sendiri dan tidak dibayar, tapi ini dilakukan secara sukarela demi kenyamanan dan keamanan bersama," katanya dikutip dari Antara, Senin ()9/4).

Keberadaan TSO ini, lanjut Musdalifah, untuk melengkapi fungsi pengawasan di apartemen. Sebab penghuni merupakan orang yang mengetahui suasana di lingkungannya sendiri. "Sekuriti tidak akan tahu atau bisa menilai jika ada wanita yang sudah 'dipesan' dan masuk wilayah sini, bisa saja saat masuk penampilannya sopan," katanya.

Jadi menurut dia, penggantian badan pengelola tidak menjamin menghilangkan praktik prostitusi secara seketika. Dia justru menduga ada kepentingan tertentu dari upaya penggantian pengelola ini.

"Saya sudah tinggal lama di sini dan pengelolaannya sangat baik, itu juga diakui oleh mayoritas penghuni di sini. Yang kami khawatirkan adalah segelintir orang yang minta pergantian ini punya maksud tertentu dengan mendorong isu prostitusi ini ke arah lainnya,"ujarnya.

Dia menilai, permintaan pergantian pengelola tersebut sebagai hal yang berlebihan dan justru dapat membuat suasana tidak kondusif.

Musdalifah mengatakan, permasalahan utama munculnya kasus prostitusi bukan berasal dari pengelola, melainkan dari agen properti nakal yang menyewakan unit apartemen secara harian. Padahal sudah sejak lama pengelola dengan tegas melarang agen properti menyewakan unit apartemen secara harian.

"Karena prostitusi itu muncul dari sewa-sewa harian itu. Pihak kepolisian juga sudah menyatakan bahwa pelaku sendiri berasal dari luar kawasan apartemen. Jadi kalau sewa harian itu bisa berasumsikan apartemen ini layaknya hotel," katanya.

Musdalifah mengakui, dalam melakukan pengawasan memang tidak bisa seluruhnya dibebankan kepada petugas sekuriti maupun badan pengelola. Para penghuni pun sebenarnya memiliki petugas sendiri dalam mengawasi lingkungan, yakni Tenant Safety Officer (TSO) tersebut.

Hal senada diungkapkan Kanis, yang merupakan penghuni Tower Flamboyan apartemen Kalibata City. Menurut Kanis, kelompok yang meminta pergantian pengelola dan mengatasnamakan penghuni tersebut justru tidak pernah aktif di lingkungannya. "Mereka baru banyak bicara ketika terjadi kasus-kasus. Seharusnya warga yang baik mendorong Kalibata ini ke arah yang baik juga, ini justru sebaliknya," katanya.

Kanis mengatakan, selama 10 tahun terakhir dia tinggal di Kalibata City, pengelolaan yang dilakukan sangat profesional dan mengutamakan kenyamanan penghuni Kalibata City. "Kalau pengelola itu korup atau tidak becus, baru kita dukung untuk diganti. Tapi saya lihat selama ini bagus," katanya.

Menurut Kanis, kelompok yang mengatasnamakan penghuni tersebut memang tidak pernah kehabisan akal untuk berusaha menguasai Kalibata City.

Dia mengungkapkan mereka mengajak para penghuni untuk berdemo terkait pengelolaan apartemen, namun demo tersebut tidak terealisasi lantaran tidak ada massa yang mau ikut. Sebelumnya mereka juga pernah melayangkan gugatan ke pengadilan terkait layanan air dan listrik yang sampai saat ini belum terbukti kebenarannya.

Ini alasan properti Australia jadi incaran investor asing


Investasi properti di Australia menjadi pasar menggiurkan untuk para investor. Saat ini, banyak investor asing yang memiliki hunian di Australia.

Head of Sales Crown Group Indonesia, Elis Sumarto mengatakan, properti Australia akan tetap menarik bagi para investor asal Indonesia. Alasannya, pasar properti di Australia yang memiliki permintaan serta daya beli yang kuat sehingga menjadi magnet tersendiri untuk para investor.

"Selain itu, Dolar Australia yang lebih rendah serta pertumbuhan harga properti di negara yang stabil, mendorong arus masuk para pembeli properti asal luar negerii," ujar Elis di Jakarta, Sabtu (20/1).

Alumni Universitas Prasetya Mulya ini mengungkapkan, Sydney menjadi kota dengan pasar properti terkuat di Australia. Selain itu, Sydney juga dikenal sebagai pusat pendidikan.

"30 persen dari total pelajar asing yang masuk ke Australia memilih Sydney sebagai tujuan utamanya," kata Elis.

Elis yang saat ini menjabat sebagai Head of Sales Crown Group Indonesia ini mulai bergabung dengan perusahaan pengembang yang berbasis di Sydney, Australia ini pada medio 2016 dan saat ini bertanggung jawab untuk memimpin divisi penjualan produk-produk Crown Group di kawasan Indonesia dan Singapura.

"Saya sangat passionate dalam melakukan edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya berinvestasi. Saya berkeinginan agar masyarakat Indonesia dapat memahami dan mengenal lebih dalam investasi properti secara global.," tegasnya.

Saat ini, Crown Group Holdings telah berhasil menyelesaikan pembangunan utama di lokasi terbaik Sydney termasuk Bondi, Bondi Junction, Parramatta, Ashfield, Epping, Homebush, Newington, Pennant Hills dan Rhodes dan terakhir Skye by Crown Group di North Sydney.

Crown Group memiliki memiliki portofolio yang luar biasa dalam lini usahanya dan saat ini sedang membangun tiga proyek besar yaitu Infinity by Crown Group di kawasan Green Square, Arc by Crown Group di kawasan CBD dan Waterfall by Crown Group di Waterloo.

Menengok tren dan prospek hunian di tahun 2018


Kalangan pengembang properti Tanah Air mengaku tetap optimis di tahun 2018 ini. Peluang sektor properti untuk tumbuh di tahun politik ini dinilai masih terbuka. Kekhawatiran terhadap tahun politik tidak menjadi kendala bagi pengembang.

Menurutnya, hunian vertikal yang kini muncul di berbagai area strategis di Jakarta tampil dengan desain modern, tanpa ada sentuhan nilai lokal Indonesia yang sejatinya memberi warna lebih universal.

"Sejalan dengan pertumbuhan hunian, konsumen merindukan suasana kultural yang hadir di sekeliling mereka, dengan suasana kedaerahan yang membawa fase hidup seimbang antara modernisasi tanpa menanggalkan budaya," tambahnya.

Berangkat dari komitmen tersebut, kata Julius, Synthesis Development menghadirkan proyek Synthesis Residence Kemang, sebuah hunian vertikal dengan konsep yang sarat khas budaya Indonesia, tanpa meninggalkan kemajuan zaman yang sejatinya menjadi kebutuhan masyarakat.

"Synthesis Residence Kemang berada di kawasan yang identik dengan seni dan tradisi di tengah kota Jakarta. Hasl ini menjadi point of interest yang ditawarkan kepada konsumen," tambahnya.

Julius menjelaskan, proyek apartemen strata title yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare (ha) dengan total hunian 1.188 unit ini, mengangkat budaya Jawa dengan nilai universal yang ditunjukan melalui konsep arsitektur berupa hadirnya sentuhan Batik Kawung dan Pendopo Rumah Joglo.

"Jika selama ini batik identik dengan pakaian, apartemen ini memberikan motif Batik Kawung di sisi interior dan eksteriornya. Nuansa Jawa juga dirasakan ketika berada di Rumah Joglo yang menjadi lobi utama dari dua tower kembar, Nakula dan Sadewa. Melengkapi nuansa etnik, di depan Rumah Joglo terdapat patung Bancak Doyok yang merupakan karya pematung Wahyu Santosa," jelasnya.

Pembangunan proyek yang telah mendapatkan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) Nomor 007/5.7/31/-1.711.534/2015 untuk membangun hunian bertingkat di kawasan Kemang ini, mempunyai proses yang sama sebagaimana dalam pembuatan Batik Kawung.

"Sejak pertama kali, kita punya carefully design untuk kenyamanan penghuni, ada sentuhan emosional di situ. Tujuannya, apartemen ini menjadi home bagi orang yang tinggal di dalamnya, dengan salah satu nilainya adalah privacy," kata Julius.

Apartemen dengan tiga tower (Arjuna, Nakula, dan Sadewa) ini, juga memiliki lahan terbuka hijau yang dilengkapi dengan Taman Tirta Astana. Di dalam Tirta Astana sendiri, kata Julius, terdapat Amerta-Swimming Pool, Prasanti-Yoga Pavilion, Ananta-Reflecting Pool, Astaka-Main Gazebo, Pranala-Children Swimming Pool, Dewari-Children Playground, Nismara-Barbeque Area, Samboga-Dining Pavilion, dan Aksara-Reading Pavilion.

"Semua fasilitas tersebut dapat dinikmati oleh penghuni yang disesuaikan dengan kebutuhan. Seolah-olah, penghuni yang tinggal akan nyaman seperti bangsawan Jawa yang tinggal turun dan bisa bersantai menikmati taman dan beragam fasilitasnya," ungkap Julius

Selain taman, kata Julius, fasilitas lain juga ditawarkan oleh apartemen ini seperti, gym, jogging track, dan area komersial yang dilengkapi dengan cafe, restoran, laundry, minimarket, dan salon yang dibangun di kawasan komersial tiga lantai bernama Teras Srikandi.

"Teras Srikandi ini merupakan konsep symbiotic development, dimana penghuni dapat menikmati quality time, ngopi, hang out dan lain sebagainya," papar Julius.

Menyoal alasan konsep etnik dan unsur heritage yang dipilih, Julius menyatakan, saat ini kebanyakan orang rindu dengan sesuatu yang tradisional. "Terlebih lagi, kedua unsur tersebut saat ini telah menjadi tren masyarakat kelas atas di Tanah Air," tambahnya.